Saturday, January 14

====Terima Kasih Atas Cinta====

terima kasih telah selipkan namaku dalam do'amu
dan ucapkan detir nadiku dalam Dzikirmu.......
lalu tuliskan Cinta yg Religi pada tembok tembok yg pernah di hinggapi lumut dulu...


kau berkesan bagai malaikat yg menuntun ku......
memberi air di hausku......
hiburkan aku dalam penatku........
lalu cairkan suasana antara kau dan aku.........

Ya Allah yg Maha Pencipta........
dan Maha yg Menjodohkan semua Insan.......
perkenankanlah hamba meminta dan lakukan.....
seperti tetesan embun yg selalu memberi kehidupan......
hantarkan Hamba jauh dari kekalutan..........
dan satukan hamba dalam keharuan...... 
Ya Allah yg Maha Mendengar........
Hamba Pinta dia senantiasa sama...
sama seperti hari ini dan kemarin.....
mempunyai hati nan hangat,,,,,
hapuskan dingin dalam dada.........
mempunyai cinta yg tercinta........
hapuskan semua ragu dan gundah dalam dada.... 
Ya Allah yg Maha Adil dan Bijaksana.......
hamba tak ingin iri pada dunia......
ketika melihat sepasang kekasih berbahagia,,,,,,,
Hidupkan Hamba Bersama Dia........
bahagiakan Kami sampai akhir senja.......

satukan kami dalam damai........
padukan kami dalam semua.......
dan pisahkan kami dalam azal
dan kematian yg Khusnul Khotimah..........

Ya Allah yg Maha Mengizinkan..........
Halalkan Kami menatap surya bersama.....
restui kami dalam dunia.....
dan bimbinglah kami hingga ke surga.........
berilah kami kekuatan.....
sehingga kami bisa lalui semua godaan dan semua cobaan.........

Ya Allah yg Maha Mengasihi............
jika hamba berpulang padaMu ini hari...
hamba ingin utk terakhir kali....
melihat senyuman yg menawan hati...
dan berdo'a utk yg terakhir kali.........
bimbinglah ia dalam langkah suci....
dan bahagiakanlah ia selepas ku mati....
tetapkan ia senyelipkan namaku ditiap sujudnya......
tetapkan ia sebutkan detir nadiku dalam dzikirnya........
agar hamba nyaman merasa dalam liang gelap nan bertembokkan tanah ini........
dan tenang setenang tenangnya didalam ini...........

terimakasih cinta,,

Sunday, January 1

OMBAK BERLABUH...
Sebenarnya,


Badai gelora itu sama menghempas
cuma kita di pantai berbeza
memijak karangan siput-siput laut
indah menikam telapak kaki kita
tiada lagi yang tertinggal
segelanya telah tercurah tanpa rahsia
dalam salam ombak yang setia

Kita masih tertawa pada puisi-puisi lalu
dalam sepi tulus mendakap
masih berharap mimpi itu benar
lalu kita jadi sepasang kupu-kupu alpa
noktah ini telah sampai penghujung
pengorbanan satu-satunya jawapan
waktu terkucup dingin di bibir kita

Ini bukan tentang harapan, ini tentang seguris luka di hati kita
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

kamu orng yang ke berape entah